Islamic Study Community – VEDC Malang


Memulai Kehidupan Baru

Posted in Tarbiyah oleh Ukhti Soleha pada 28 Januari 2009

Hari ini, aku hadapkan diriku pada apapun masa laluku. Terang … terkadang gelap teramat sangat menutup ruang gerak langkah. Bahkan meratap … mangharap terangngnya pandangan mata hingga hati yang terkunci. Ya Allah … teramat banyak pengkhianatan hamba … kepala … mata … telinga … mulut … tangan … kaki … bahkan fikiran hingga hati ini yang senantiasa enggan berhenti tapaki duri-duri licin tirani. Menghamba pada tangan-tangan syetan. Duh … Ya Allah izinkan aku saat ini menatap terangnya mentari masa depan … lapangkanlah perjalanan baru hamba ini … perjalanan untuk menorehkan tinta emas kebaikan dalam lembaran buku diary-Mu.
Sebuah lembaran baru telah terbentang luas di hadapan kita. Hamparan lingkungan baru, jenjang pendidikan baru, teman baru, dan segala hal yang baru akan turut tercatat dalam lembaran buku diary, sehingga ia pun akan menjadi bagian sejarah kehidupanmu di masa yang akan datang, Insya Allah.
Eh, ngomong-ngomong gimana nih kabar Imannya Sahabat Muda sekalian ? Okay masih semangat khan !!!! Insya Allah…Eh.. ngomong-ngomong soal Iman, tau ngga’ kalo Iman itu senantiasa bertambah dan

berkurang..or..naik-turun lho..! Percaya ngga’ percaya harus dibuktikan, Ok ! Sekarang, perhatiin kalo’ Iman pas lagi turun, kita mudah untuk menyimpang dari rambu-rambu yang telah di gariskan Allah SWT dan Rasul-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah : “Sesunguhnya setiap amalan itu ada masa semangatnya dan setiap masa semangat itu pasti ada masa jenuhnya. Barang siapa yang masa kejenuhannya ia kembali kepada Sunnahku maka telah mendapat petunjuk, barang siapa yang masa jenuhnya menyebabkan ia berpaling dari Sunnahku maka telah binasa. “
Nah, oleh sebab itu hendaknya kita selalu menjaga diri dari kebinasaan. Perlu Sahabat Muda tahu juga bahwa musuh-musuh Islam senantiasa berusaha untuk menggelincirkan kita dari Al-Haq, mereka senantiasa mengintai dan mencari kesempatan untuk menggoda dan menyesatkan kita. Mungkin kita tidak menyadarinya. Ini adalah se

buah realita lho !!! Coba inget-inget kisah Ka’ab bin Malik r.a yang diboikot oleh Rasulullaah dan Sahabatnya. Beliau digoda oleh musuh Rasulullah, Raja Ghasan. Ia dikirimi sebuah risalah oleh Raja Ghasan : “Telah sampai kepadaku bahwa sahabatmu telah bersikap keras terhadapmu….., marilah bergabung bersama kami, kami akan memberikan keluasan kepadamu.”
Lihatlah bagaimana seorang sahabat yang mulia digoda untuk digelincirkan dan dijauhkan dari surganya Allah.. Oleh sebab itu marilah kita jaga diri kita dari godaan syetan dan hasutan musuh-musuh Islam lainnya dengan menghadiri majelis-majelis ilmu, untuk bersama membina diri… menjadi muslim sejati….
And sekarang coba cermati lagi, bahwa diantara sebab bertambahnya Iman adalah dengan mendatangi majelis ilmu dan berkumpul dengan orang shalih. Dan diantara sebab turunnya Iman dan sesatnya seseorang adalah ketika ia menjauhi majelis ilmu….tul ngga’?. Allah berfirman dalam QS. Al-Hadiid:16 yang artinya: “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Handzalah r.a pernah ditanya oleh Rasulullah, “Bagaimana kabarmu hari ini? ”Handzalah menjawab,”….Wahai Rasulullah apabila kami di majelismu sepertinya kami melihat surga dan neraka dengan mata kepala sendiri, tapi bila kami kembali ke rumah, kami terlalaikan oleh keluarga dan urusan dunia kami,…..” Hadist ini sangat jelas menerangkan bahwa menghadiri majelis ilmu adalah penambah iman dan benteng bagi diri kita dari kesesatan. Subhanallah …..
Oleh karena itu, marilah kita tambah Iman dengan menghadiri majelis ilmu dengan ikhlas, dengan harapan mudah-mudahan akan menambah Iman dan membentengi diri kita dari kesesatan. Mari bersama mentarbiyah (membina) diri menuju pribadi muslim sejati, prestatif, dan berakhlaq. Mari sama-sama kita torehkan tinta emas kebaikan dalam lembaran buku diary Tuhan kita….
Nah, diantara realisasi tarbiyah or pembinaan diri yang dapat dilakukan oleh Sahabat Muda dan kita semua adalah :
Pertama, tarbiyah fikriyah ato’ pembinaan pemahaman / ilmu. Secara teoritis tarbiyah fikriyah sangat penting agar pemahaman kita tentang Islam or tentang ilmu lainnya ngga’ melenceng dari jalurnya. Aplikasinya buaaanyak sekali…….bisa dengan mengikuti perkuliahan dengan berbagai macam pengetahuan yang bersifat ilmu pasti maupun sosial atau ilmu lainnya
Kedua, tarbiyah ruhiyah atau pembinaan ruh / rohani / jiwa. Pembinaan inilah yang paling penting untuk menggapai keselamatan di dunia dan di akhirat kelak. Coba bayangkan, jika ada orang yang intelek namun jiwanya rusak…ruhaninya hancur…tidak stabil, maka orang ini berpotensi untuk menghancurkan dunia dengan tangannya. Hiiiii …..Se…rreee…..mmmmmm. Kondisi ruhiyah seseorang sangat mempengaruhi sikap dan perilakunya sehari-hari. Jika kondisi ruhiyah seseorang sangat baik, maka sifat dengki, ujub, takabur dsb, tidak akan pernah dapat muncul. “Kondisi ruhiyah ini sangat dipengaruhi oleh pembinaan jiwa kita dari kegiatan-kegiatan yang mampu menumbuhkan semangat ruhiyah, seperti mentoring minimal sekali setiap seminggu. Atau mengikuti berbagai bentuk pengajian rutin, bukan yang insidental saja. Atau ceramah-ceramah dari radio dan TV juga dapat menjadi sarana yang membantu memberikan makanan ruhiyah kepada kita agar semangat beribadah dengan khusyu’ serta mengamalkan ajaran Islam secara benar. Nah, jadi mengikuti mentoring itu salah satu sarana mentarbiyah (membina diri) or sebagai obat ruhani kita lho ! Biar kita ini semangat dalam hidup ini, ngga’ melenceng dari aturan Islam …and enjoy dalam menikmati kehidupan ..okay !!!
Ketiga, tarbiyah jasadiyah atau pembinaan fisik. Tentunya tubuh kita pun harus dijaga dari penyakit yang senantiasa menggerogoti. Hal ini dapat diantisipasi dengan secara teratur makan dengan makanan yang halal dan bergizi, beristirahat secara teratur dengan porsi tidak terlalu banyak ataupun tidak terlalu kurang, berolahraga secara teratur setiap hari atau setiap minggu. Otot kawat tulang besi…..he..he.. itu mah Gathut Kaca dalam cerita pewayangan…euy…
Kalo fikriyah, ruhaniyah, and jasadiyah kita selalu terjaga…selalu dibina…khan kita merasa tenang dalam hidup ini…ngga’ terlalu cinte ama yang namanya keduniawian or takut akan kematian..hiiii…..
Bagi orang-orang yang cinta dunia, haus akan gemerlapnya kemewahan dunia yang menipu, maka kematian adalah suatu hal yang paling ditakuti dan rasanya mereka ingin menikmati kehidupan di dunia ini dalam jangka waktu yang lama. Betapa kecilnya tujuan hidup mereka. Bayangkan jika itu terjadi pada diri kita. Hendaknya kita juga bertanya pada diri kita sendiri apakah kita seperti mereka yang mendambakan hidup selamanyadengan terus menerus menikmati kehidupan dunia dan menjauhi bebagai hal untuk kepentingan di akhirat kelak. Apakah masih ada diantara kita yang malas mendalami ilmu agama hanya karena ingin menonoton film favoritnya, Dragon Ball misalnya? Apakah ada diantara kita yang tidak mau membaca Al Qur’an walaupun hanya satu ayat setiap harinya? Apakah masih ada diantara kita yang shalatnya terlalaikan hanya gara-gara main play station atau game di komputer atau menonton acara di TV? Apakah ada diantara kita yang tidak pernah berinfak barang satu peser pun setiap minggunya padahal kesempatan untuk berinfak itu sangat banyak? Apakah masih ada diantara kita yang tidak berani menasehati temannya untuk mendirikan shalat atau menjauhi kemaksiatan atau bentuk amal ma’ruf dan nahi munkar lainnya? Apakah ada diantara kita yang tidak puas dengan nikmat yang telah Allah berikan berupa nikmat iman dan nikmat Islam ini sampai ada saudara kita yang seaqidah yang keluar dari ajaran Islam hanya karena diberi sebungkus mie? Na’udzubillahi min dzalik.
Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan agar dapat terhindar dari hal-hal yang menjerumuskan kita dari kecintaan kita terhadap dunia yang fana ini, hanyalah cinta kita kepada Allah SWT yang akan menyelamatkan kita kepada kesenangan dan kebahagiaan secara abadi. Amin.
Otree…the last…kamu-kamu mesti meluruskan niat, berusaha semaksimal mungkin, dan tetap semangat ya  !!! dalam proses pembinaan diri ini…khan mo jadi muslim sejati yang unggul, prestatif dan berakhlaq…tul ngga’ ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: