Islamic Study Community – VEDC Malang


10 Perspektif FSLDK Indonesia Atas Permasalahan Palestina

Posted in Pernyataan Sikap FSLDK oleh Ukhti Soleha pada 1 Februari 2009

10 Perspektif FSLDK Indonesia Atas Permasalahan Palestina
Written by Saiful Khaliq
Saturday, 08 December 2007 06:22

Tanggal 8 Desember 1987 telah menjadi hari bersejarah bagi perjuangan Palestina. Dimana pada saat itu menjelma sebuah gerakan perlawanan yang menjadi ruh dan satu kesatuan gerakan total bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebuah gerakan pembebasan yang memunculkan keinginan untuk bangkit atas ketidakadilan dan segala bentuk kedholiman yang dilakukan penjajah israel, yaitu lahirnya gerakan Intifadhah.

Gerakan intifadhah ini telah mengobarkan asa yang begitu mendalam. Melahirkan ribuan syuhada yang rela mati demi tanah dan dinul islam. Tak terhitung tokoh yang telah menggoreskan tinta emas dalam sejarah intifadhah ini. Sebut saja Imad Aqil, yang tentara Israel harus mengepung dan membunuhnya menggunakan panser dan helikopter. Yahya Ayyash, sang insinyur yang disebut israel sebagai musuh nomor satu. Syaikh Ahmad Yassin, penggerak perjuangan yang sangat kharismatik dari atas kursi roda. Dan masih banyak lagi lainnya.Bahkan kini terdapat jutaan pejuang-pejuang muda yang tumbuh menggantikan mereka.

Dua puluh tahun lamanya, semenjak intifadhah pertama kali dikumandangkan seolah baru kemarin gaungnya kita dengar. Semangat dan geloranya terasa lekat kian membahana. Menjadi momentum tersendiri dalam menyemarakkan asa bagi generasi muda. Darinya muncul kesadaran berada dalam satu ukhuwah dan satu ikatan. Dan melaluinya pula hadir keinginan untuk merasakan kepedihan saudara kita yang seiman walaupun jauh di Palestina sana.

Namun demikian, bukan berarti tak ada hal yang bisa kita berikan atau kita lakukan. Dukungan moral, material maupun spiritual tetap mereka butuhkan. Misalnya dengan mendoakannya, memberikan pencerdasan hingga penggalangan dana. Sebab seakan menjadi pemandangan yang telah sering kita temukan,umat islam yang acuh dan tidak peduli padahal mengaku seiman.
10 Perspektif FSLDK Indonesia Atas Permasalahan Palestina

1.Palestina adalah satu-satunya tempat di dunia kontemporer dimana masih terjadi kolonialisasi model kuno. Palestina merupakan pusat dunia, strategis baik secara potensi sumber daya alam, ekonomi, politik, maupun militer.

Indonesia-Palestina
2.Indonesia adalah negara konstitusional, yang dalam pembukaan UUD ’45 menegaskan sikap anti-penjajahan. Maka, bagi bangsa Indonesia, penjajahan terhadap bangsa manapun sama artinya dengan penjajahan terhadap bangsa dan tanah air sendiri. Sejatinya, dalam konteks perlawanan terhadap penjajahan, tanah air Indonesia tidak hanya sebatas dari Sabang hingga Marauke, namun lebih dari itu, dari Jakarta hingga Jalur Gaza.
3.Palestina adalah bangsa yang sangat peduli dengan penderitaan bangsa orang lain, termasuk terhadap bangsa Indonesia. Pada masa-masa perjuangan kemerdekaan di Indonesia, M. Ali Taher, Perdana Menteri Palestina, menyumbangkan seluruh uangnya dari Bank Internasional untuk dana perjuangan muslim Indonesia. Di saat Agresi Militer I dan II terjadi, Palestina bersama dengan Mesir, Irak, dan negara-negara muslim yang lain, melakukan boikot dan demonstrasi anti-Belanda. Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, setelah sebelumnya juga melakukan upaya diplomasi untuk Indonesia. Ditengah derita mereka, hidup bertahun-tahun di tenda-tenda dan rumah-rumah darurat, rakyat Palestina masih sempat mengirimkan sumbangan untuk korban gempa dan Tsunami di Aceh.

Zionis-Israel-Yahudi
4.Israel tidak memiliki akar sejarah sebagai penduduk asli Palestina. Kedatangan mereka, dari permulaan akhir periode sebelum lahirnya Isa bin Maryam sampai permulaan Masehi, hanyalah sebagai imigran dari Mesir. Jauh sebelum masuknya Israel, Palestina telah dihuni oleh bangsa Kana’an. Hal ini disebutkan dalam Injil dan Alqur-an. Hukum Internasional menyatakan bahwa yang berdaulat atas suatu wilayah adalah mereka yang pertama kali mendiami wilayah tersebut dan menunjukkan bukti eksistensi mereka atas wilayah tersebut berupa aktivitas dan bukti-bukti fisik yang menunjukkan kedaulatan mereka atas wilayah tersebut. Karena itu, bangsa Kana’an yang merupakan nenek moyang Arab Palestina saat ini adalah pemilik sah tanah Palestina.
5.Israel telah menimbulkan berbagai kerusakan dan kerugian dalam berbagai aspek dan bagi banyak pihak. Terorisme Israel terus melakukan okupasi secara biadab di atas tanah sah bangsa Palestina, mengusir para penduduk asli, dan melakukan teror dan pembantaian terhadap ibu-ibu, orang tua, pemuda, serta anak-anak yang tidak mau mengikuti ambisi hewani Israel. Hal ini menimpa seluruh rakyat Palestina tanpa pandang bulu. Praktik bumi hangus Deir Yasin menjadi bukti penodaan terhadap 400 masjid dan 400 gereja.
6.Israel berdiri diatas ideologi yang rasis, politis, dan teroris. Itulah sebabnya kenapa rencana deklarasi mereka di Jerman diboikot dan diprotes oleh para rabi, sampai kemudian harus mencari tempat yang lain, yaitu Swiss. Alasan tersebut pula yang kemudian melatari kebijakan PBB bahwa gerakan zionis Israel adalah terlarang, sebelum kemudian lobi-lobi Yahudi berhasil menghapuskannya.

Umat Islam
7.Palestina bagi umat Islam merupakan masalah utama. Palestina adalah tanah waqaf umat Islam, tempat berdirinya Masjid al-Aqsha—kiblat pertama umat Islam, tempat dilahirkannya nabi-nabi pilihan, tempat Isra’ Rasulullah saw, serta tempat yang diberkahi. Tidak seperti masjid al-Haram yang Allah jamin penjagaan atasnya, penjagaan atas Masjid al-Aqsha adalah tanggung jawab umat Islam.
8.Penegakan keadilan, pembelaan serta menumbuhkan solidaritas atas tanah suci Palestina adalah kewajiban bagi tiap-tiap muslim karena antara muslim yang satu dengan muslim lainnya adalah bersaudara.

Pembebasan!
9.Bangsa Palestina sangat membutuhkan dukungan dari bangsa lain, termasuk Indonesia. Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai sumbangsih kita bagi Palestina, yaitu: memahami kondisi dan problematika Palestina kemudian mensosialisasikannya sehingga segala potensi dapat dikerahkan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina, menyelamatkan haknya, dan membebaskan Palestina dari penjajahan.
10.Lakukan yang kita bisa. Mulai dari yang kecil yaitu dengan menghentikan membeli produk yang menyokong pendanaan Yahudi. Mulai dari diri sendiri, sadarkanlah diri ini bahwa Palestina adalah tanggung jawab kita sebagai umat Muslim. Yang terakhir, mulailah dari saat ini!

http://fsldkn.org/pernyataan-sikap/10-perspektif-fsldk-indonesia-atas-permasalahan-palestina.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: