Islamic Study Community – VEDC Malang


FSLDK Nasional IV – Surakarta

Posted in Pertemuan FSLDK Nasional oleh Ukhti Soleha pada 1 Februari 2009

FSLDK Nasional IV – Surakarta

Pertemuan FSLDKN IV dilaksanakan pada tanggal 3 – 6 September 1988 bertempat di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Acara ini dihadiri oleh 30 LDK dan 2 peninjau dari luar Jawa yaitu Universitas Udayana Denpasar dan Universitas Hasanudin.

Yang menarik dari pertemuan itu secara gencar muncul pertanyaan mendasar dari para peserta, mau ke mana FSLDKN ini, dan untuk apa? Kalau cuma ajang kumpul-kumpul, apa manfaatnya? Dan sejumlah pertanyaan lain yang pada intinya mempertanyakan keberadaan dan kelanjutan forum ini di masa mendatang.

Mengikuti tahapan forum silaturahim di mana ada tahap ta’aruf – tafahum – ta’awun, agaknya ketika itu FSLDKN telah melewati tahap ta’aruf menuju tafahum. Artinya, setelah saling mengenal dalam tiga kali FSLDKN, lantas muncul keinginan untuk berbuat, bergerak, dan melangkah secara jelas dan terarah. Di sinilah kemudian muncul ide untuk membuat Khittah LDK sebagai garis atau arah perjuangan LDK. Khittah diharapkan mampu merumuskan arah, sasaran dan tahapan langkah dakwah di kampus. Khittah diamanatkan pembuatannya oleh peserta kepada para mantan aktivis FSLDKN.

Mantan LDK–istilah yang digunakan untuk menyebut alumni LDK yang pernah aktif dalam FSLDK–memang muncul pertama kali dalam forum ini. Tepatnya dalam forum SC yang diselenggarakan di Yogyakarta (di sekretariat Jamaah Shalahuddin UGM) tanggal 3-5 Juni 1988. Pada masa itu memang telah mulai banyak alumni LDK, mantan pengurus, dan aktivis yang telah lulus. Pertemuan di Yogyakarta memandang perlu adanya penanganan secara khusus para alumni itu, demi keberlangsungan dakwah. Kesepakatan dalam forum ini tentang Mantan lantas di bawa dalam FSLDK. Jadilah Mantan resmi masuk dalam FSLDK dalam format Komisi mantan. Di samping itu bersamaan dengan FSLDK diselenggarakan juga Forum Silaturahim Mantan LDK yang pertama.

FSLDKN ini juga menyetujui adanya pola komunikasi (komunikasi ide dan komunikasi kelembagaan) dan komposisi SC yang terdiri dari utusan Puskompus, Puskomwil, LDK Tuan Rumah, dan Koordinator Mantan Pusat.

Rancangan khittah LDK–sesuai amanah FSLDKN IV–dibahas dalam Forum Silaturahim Mantan LDK kedua yang diselenggarakan di kota yang sama di akhir bulan Desember tahun 1988. Oleh tim perancang, khittah dipandang perlu untuk dipahami dengan mafahim sebagai kumpulan pemahaman terhadap hal-hal yang pokok (aqidah, syariah, dan dakwah) dalam Islam. Sebab tanpa mafahim, khittah sebagai arah gerak dakwah LDK, hanya akan menjadi rangkaian kata-kata yang tidak bermakna. Semua rancangan itu diterima dengan bulat oleh forum.

http://fsldkn.org/pertemuan-fsldk-nasional/page-3.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: