Islamic Study Community – VEDC Malang


FSLDK Nasional XIV – Lampung

Posted in Pertemuan FSLDK Nasional oleh Ukhti Soleha pada 1 Februari 2009

FSLDK Nasional XIV – Lampung

Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN) XIV diadakan di kota Bandar Lampung yang diselenggarakan oleh UKM BIROHMAH (Bina Rohani Islam Mahasiswa) Universitas Lampung (UNILA) pada tanggal 28 Juli – 1 Agustus 2007. Dalam kesempatan ini hadir lebih dari 355 LDK dari seluruh Indonesa mulai dari Aceh hingga Papua, dengan total peserta yang berjumlah sekitar 790 orang yang dimukimkan di kompleks asrama jamaah haji Islamic Centre Bandar Lampung. Bahkan peserta dari Manokwari telah tiba jauh-jauh hari sebelum FSLDKN XIV resmi dibuka. Hal ini membuktikan besarnya keinginan berkontribusi kepada negeri ini sesuai dengan tema FSLDKN XIV “Revitalisasi Lembaga Dakwah Kampus menuju Indonesia Madani”.

Selain memilih Puskomnas 2007-2009 dan Tuan Rumah FSLDKN XV, dimana LDK yang terpilih adalah UKMKI Jamaah Nuruzzaman Universitas Airlangga, Surabaya sebagai Puskomnas dan LDK Al-Ikhwan Universitas Pattimura, Ambon sebagai Tuan Rumah FSLDKN XIV, dalam FSLDKN XIV kali ini diselenggarakan juga seminar tentang Legalisasi Jilbab, Pemuliaan Perempuan dan Diskriminasi Muslimah Berjilbab yang disampaikan oleh Ibu Nenden R. (DPRD Lampung) dan MUI Lampung. Seminar ini menyoroti masih banyaknya diskriminasi dan perlakuan yang buruk terhadap perempuan, walaupun sudah ada peraturan tentang kebebasan berjilbab, tetapi ternyata peraturan itu belum bisa berbicara banyak, karena belum turun ke tingkatan terbawah.

Ada pula seminar tentang Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi yang disampaikan oleh Mustafa Kamal, S. S. (DPR RI) dan Dr. Mukhtashor (Penggagas Mentoring PAI di ITS), di mana sistem pengajarannyya dinilai sudah kurang representatif lagi untuk diterapkan, karena belum bisa mengoptimalkan kompetensi dalam beragama, sedangkan tuntutan perbaikan moral mahasiswa begitu luar biasa, mengingat krisis moral yang sudah kritis di kalangan pemuda. Sebuah harapan besar demi moralitas bangsa yang membangun saat ini. Kesuksesan acara ini kian sempurna dirasakan dengan kedatangan Ketua MPR RI, DR. Hidayat Nur Wahid, M. A. pada tanggal 31 Juli 2007 pukul 08.45-10.05 WIB yang memberikan taujihnya tentang optimalisasi peran aktivis dakwah kampus. Beliau menyoroti bahwa tidak ada alasan aktivis telat selesai kuliahnya, dan harus mampu menunjukkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu beliau menekankan akan arti pentingnya ukhuwah dan silaturrahim.

FSLDK juga mengambil peran sebagai kontrol sosial melalui penyikapan isu-isu yang berkembang seperti pendidikan yang semakin kompetitif tetapi tidak terjangkau, maraknya kasus pemurtadan dan kristenisasi, banyaknya media massa yang tidak mendidik, perpecahan umat, pornografi dan pornoaksi yang terlegalkan dan dibiarkan, dan kebebasan Palestina. Untuk mengambil peran itu, dalam FSLDKN XIV seluruh LDK di Indonesia melakukan konsolidasi dan memberikan pernyataan sikapnya terhadap kondisi bangsa yang dituangkan dalam draft Komisi-Komisi melalui Sidang- Sidang Komisi.

Sidang-Sidang Komisi yang dilaksanakan Senin, 30 Juli 2007 menghasilkan beberapa pernyataan sikap FSLDK dan juga sebagai solusi atas permasalahan umat Islam dan bangsa Indonesia meliputi di

Komisi A : Isu-Isu Nasional yang membahas tentang penyikapan media, perpecahan umat, isu Palestina, dan pendidikan; dihasilkan solusi yaitu mendesak pemerintah untuk melaksanakan peratutan terkait fungsi media dengan benar dengan melakukan pemantuan terhadap media, sehingga menjadi media yang mendidik dan bermoral, mengoptimalkan peran JAMAAD (Jaringan Mahasiswa Anti Pemurtadan) di daerah untuk membendung upaya pemurtadan khususnya yang terjadi di kampus, dan juga mendesak pemerintah untuk merealisasikan anggaran pendidikan 20% serta menjadikan pendidikan Islam sebagai solusi mencerdaskan akhlaq bangsa.

Sedangkan di Komisi B : Ke-LDK-an yang membahas bagaimana menyatukan gerak dan akselerasi LDK menghasilkan beberapa arahan kerja LDK yaitu mengoptimalkan syiar Islam melalui pendekatan akademik sehingga di sidang itu pula di-launching konsep Dakwah Kampus Berbasis Kompetensi (DKBK) untuk mencipkan insan yang religius dan intelektual, serta upaya pengembangan LDK di wilayah Indonesia Timur.

Untuk kemuslimahan dalam forum ini juga dibahas melalui komisi C : Jaringan Muslimah (Jarmus) yang memberikan solusi atas berbagai permasalahan perempuan diantaranya pengembangan potensi muslimah dengan Modul PPM (Pengembangan Potensi Muslimah) berjudul “Menjadi Muslimah Pembangun Peradaban” yang di-launching saat itu juga di FSLDKN XIV. Selain pengembangan potensi muslimah, komisi Jarmus juga menyikapi belum tuntasnya permasalahan pornografi dan pornoaksi, padahal sudah disadari merusak moral bangsa. Hal ini disebabkan karena belum adanya batasan antara pornografi dan seni yang diatur dalam regulasi. Sikap pemerintah juga kurang serius dalam menangani isu ini, terlihat pada lambatnya pemerintah dalam menggarap UU Antipornografi dan Pornoaksi yang mencerminkan agama dan budaya Indonesia.

http://fsldkn.org/pertemuan-fsldk-nasional/page-13.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: