Islamic Study Community – VEDC Malang


Menggapai ukhuwah dalam indahnya kebersamaan

Posted in Liputan FSLDK oleh Ukhti Soleha pada 1 Februari 2009

Menggapai ukhuwah dalam indahnya kebersamaan
Written by najwa fahrini
Wednesday, 16 April 2008 22:17
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

Ahad, 6 April 2008 lalu tim Puskomnas FSLDK–Jama’ah Nuruzzaman UKMKI Unair yang terdiri dari perwakilan 2 orang ikhwan (Dhian Satria, Ketua LDK Puskomnas FSLDK dan Aris Rahman, Ketua Isu Puskomnas FSLDK) serta 2 orang akhwat (Fanni Okviasanti, Ketua Jarmusnas dan Citra Wahana, Wakil ketua Jarmusnas) melakukan silaturrahim ke LDK Universitas Negeri Malang – BDM Al Hikmah, selaku koordinator nasional BKLDK (Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus).

Silaturrahim yang bertepatan dengan acara Munas (Musyawarah Nasional) BKLDK di tempat yang sama ini berlangsung cukup singkat. Tim Puskomnas tiba di masjid UM sekitar pukul 09.00 WIB dan segera disambut oleh jajaran pengurus wilayah dan daerah BKLDK. Selain itu, BP Puskomnas Jatim juga turut mendampingi tim Puskomnas dalam acara silaturrahim tersebut.

Pertemuan dua organisasi ke-LDK-an skala nasional ini kemudian dipisah menjadi dua, ikhwan dan akhwat sendiri-sendiri di ruangan yang berbeda. Tim Puskomnas ikhwan dipertemukan dengan koordinator eksekutif BKLDK dan perwakilan koordinator wilayah BKLDK (atau di FSLDK, dikenal dengan sebutan BP Puskomnas). Sedangkan tim Puskomnas akhwat langsung bertemu dengan Jadwanas –selaku koordinator akhwat di BKLDK dan jajaran Jadwa di wilayah dan daerah.

Dalam sharing singkat yang berlangsung dari pukul 9.30 – 12.00 WIB tersebut, agenda yang ditawarkan oleh tim Puskomnas –selaku tamu adalah sinergisitas konsep dan arah gerak masing-masing lembaga untuk bersama membangun bangsa. Menurut ketua LDK Puskomnas FSLDK, Dhian Satria, pembahasan ini akan berpengaruh pada isu yang akan dibawa dalam menghadapi kondisi umat saat ini, apalagi mendekati pemilu 2009. “Kontribusi pemuda yang bergerak di bidang Dakwah Kampus harus lebih diperjelas dan disinergikan. Jangan sampai satu sama lain saling bertentangan. Sudah saatnya bangsa ini bangkit dari keterpurukan”, tutur Dhian. Kebangkitan suatu bangsa dimulai dari para pemudanya, pemuda yang militant, bekerja keras dan ikhlas akan berefek kepada perkembangan dan pertumbuhan bangsa. Dan bukan saatnya lagi umat islam khususnya para pemudanya, hanya sibuk dengan intrik-intrik internal. Karena masih banyak permasalahan umat yang harus diselesaikan, tambah Dhian Satria.

Di sisi lain, ternyata pihak BKLDK lebih cenderung untuk mengarahkan topik pada pembicaraan background individu dalam masing-masing lembaga. Dengan jelas disebutkan oleh beberapa ADK di tim BKLDK, bahwa mereka adalah bagian dari jamaah HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang juga memiliki konsep dan arah gerak sebagaimana induknya. “Melihat perkembangan saat ini, yang akan terus kita perjuangkan adalah tegaknya khilafah dan syariah.” tutur salah seorang tim BKLDK.

Sedangkan sharing di akhwat semakin seru dengan adanya pembahasan tentang core gerakan dari masing-masing lembaga. Jika FSLDK lebih fokus pada upaya back up moralitas bangsa, maka koordinator Jadwanas, ukhti Chandra, menuturkan bahwa BKLDK akan berfokus pada upaya perbaikan pendidikan. “Saat ini pendidikan kita sudah banyak dimasuki oleh sistem kapitalis. Maka bentuk perbaikan yang akan kita lakukan adalah melalui perbaikan sistem.” tutur Chandra. Ketika kemudian ditanyakan tentang bagaimana program nyata yang ditawarkan oleh BKLDK untuk mewujudkan perbaikan sistem pendidikan tersebut, dia menambahkan bahwa uslub (cara, red) untuk melakukan itu diserahkan pada inovasi dan kreatifitas dari masing-masing kampus.

Di akhir pertemuan akhwat tersebut, akhirnya tercapailah kesepakatan untuk melakukan sinergisitas lembaga dalam tataran visi bersama mengawal dan memperbaiki aqidah umat. Ketua Jarmusnas FSLDK, Fanni Okviasanti, menyatakan bahwa FSLDK dan BKLDK adalah sama-sama persatuan lembaga dakwah mahasiswa yang bergerak dalam lingkup kampus. Maka sinergisitas antar keduanya diharapkan akan semakin mengokohkan peran LDK dalam berkontribusi besar untuk kampus dan masyarakat pada umumnya. “Jika teman-teman BKLDK mengambil peran untuk memperbaiki pendidikan, maka kami di FSLDK akan mengambil porsi dalam perbaikan moralitas bangsa. Semoga dua hal ini dapat disinergikan untuk membangun bangsa menjadi lebih baik dan bermartabat.” tutur Fanni. Selain itu, dia juga menambahkan, kampus sebagai motor produksi SDM dan pemikiran akan sangat menuai manfaat yang besar dari adanya sinergisitas ini untuk membentuk banyak “ilmuan yang ‘ulama” guna mengisi ketiga pos kepemimpinan panggung Negara.

http://fsldkn.org/berita-fsldk/menggapai-ukhuwah-dalam-indahnya-kebersamaan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: