Islamic Study Community – VEDC Malang


MUSYAWARAH NASIONAL MENTORING ISLAM DAN PUSKOMDAYS FSLDKN

Posted in Liputan FSLDK oleh Ukhti Soleha pada 1 Februari 2009

MUSYAWARAH NASIONAL MENTORING ISLAM DAN PUSKOMDAYS FSLDKN
Written by Administrator

Takbir menggema di Aula Universitas Islam Bandung (UNISBA). Sabtu pagi, 19 Juli 2008 ratusan mahasiswa dari perwakilan berbagai Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN) menghadiri Musyawarah Nasional Mentoring Islam dan PUSKOMDAYS FSLDKN dengan tema “Revitalisasi Peran Pembinaan Keislaman Kampus sebagai Pengokoh Nurani Bangsa”. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama beberapa elemen lembaga yang peduli akan degradasi moral bangsa saat ini. Lembaga-lembaga yang dimaksud diantaranya Yayasan Multy education Care (MeC), Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN), Forum Mentoring Bandung (FMB), serta BOM-PAI (Badan Operasional Mentoring Pendidikan Agama Islam) UNISBA bekerjasama dengan Panitia Setengah Abad UNISBA. Agus Almuhajir (penyiar Radio MQ FM) bertindak sebagai MC pada acara tersebut, menuntun para peserta mengikuti setiap rangakaian acara yang telah dipersiapkan oleh panitia. Diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Fahri, perwakilan mahasiswa dari Unisba, menambah khusyuk suasana pagi yang syahdu. Untuk membangkitkan semangat para pemuda, tim nasyid Generasi Rabbani memimpin para peserta musyawarah untuk menyenyikan lagu Indonesia Raya.. Acara berikutnya dilanjutkan dengan beberapa sambutan.

Sambutan pertama dari Ketua Pelaksana, Herman Felani menjadi ucapan selamat datang bagi para peserta Musyawarah Nasional Mentoring Islam dan PUSKOMDAYS FSLDKN. Dalam sambutan tersebut, Herman menyatakan bahwa degradasi moral pemuda yang sangat memprihatinkan membutuhkan penangangan serius. Pemuda sebagai poros perubahan dan penggerak merupakan tumpuan negeri ini di masa yang akan datang. Oleh karena itulah, pembinaan keislaman diharapkan mampu menjadi solusi bagi perbaikan moral para pemuda. Akan tetapi, hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh beberapa pihak saja, maka diperlukan adanya kerjasama dan sinergi yang baik antara mahasiswa sebagai intelektual muda dengan pemegang kebijakan yang ada di lembaga-lembaga yang berkenaan dengan lingkungan pendidikan.

Sambutan kedua disampaikan oleh Toni Widiatmoro, mahasiswa ITB selaku Perwakilan dari Forum Mentoring Bandung. Toni mengungkapkan bahwa Forum Mentoring Bandung (FMB) adalah sebuah forum yang diinisiasi oleh Lembaga Mentoring kampus yang ada di Kota Bandung dan sekitarnya. FMB ini berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tukar ide dan saling membantu dalam mensolusikan permasalahan terkait dengan mentoring sebuah kampus di Kota Bandung dan sekitarnya. Dari sisi usia, FMB memang masih relative sangat muda. Akan tetapi, nantinya diharapkan FMB ini mampu menjadi pionir dalam menasionalisasikan mentoring dan menjadikan mentoring ini sebagai sebuah gerakan bersama yang tidak hanya didukung oleh para aktivis dakwah di kampus tapi juga masyarakat, ormas-ormas, elemen birokrat – yang dalam hal ini Kementerian Pemuda & Olahraga serta Depdiknas – dan yayasan-yayasan Islam & kepemudaan yang ada di Indonesia.

Sambutan ketiga disampaikan oleh Ahmad Djubaedi, selaku perwakilan dari MeC. Dalam sambutannya ia juga menyampaikan betapa pentingnya pembinaan keislaman di kampus. Ditengah kondisi bangsa yang mengalami dekadensi moral dan kekosongan hati nurani, metode mentoring sangat potensial sebagai solusi yang akan menjawab permasalahan-permasalahan bangsa di sekitar kita. Mentoring memiliki tujuan untuk membentuk pribadi-pribadi shalih dimana pribadi-pribadi shalih inilah yang sudah jarang kira temui di kalangan generasi muda sekarang terutama mahasiswa. Bekal keshalihan dan akhlaq mulia inilah yang dirasa nantinya akan mampu menjadi pondasi keilmuan para generasi muda sehingga nantinya lahir generasi-generasi muda yang cerdas dari sisi keilmuan tetapi juga memiliki keshalihan & akhlaq yang memikat. Pondasi inilah yang nantinya akan sangat berperan mengarahkan kecerdasan keilmuwan mereka untuk dapat diberdayakan demi kemaslahatan masyarakat.

Sambutan keempat dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang diwakili oleh kepala biro Yansos, ibu Dra. Hj. Tuti Setiasih menyatakan bahwa Musyawarah Nasional Mentoring Islam memiliki arti yang strategis bagi dinamika perkembangan agama Islam di Indonesia. Meskipun dari sisi peristilahan konsep nasionalisasi mentoring Islam relatif belum begitu memasyarakat, namun pesan yang dapat ditangkap dari Musyawarah ini adalah semangat dakwah Islam yang dipelopori oleh para aktivis dakwah kampus, yang ingin menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Dalam sambutan tersebut, Gubernur Jawa Barat berharap geliat dakwah yang terus digali dan dikembangkan oleh para aktivis dakwah kampus mampu menyulut semangat dakwah kaum muslimin di seluruh Indonesia, baik dakwah melalui lisan, tulisan atau perbuatan langsung (bil hal). Secara substansial, dakwah kampus harus mencakup kajian kehidupan yang bersifat holistik (utuh), yaitu jangkauan agama dalam memberikan solusi secara proaktif terhadap persoalan kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menegaskan bahwa: “Alangkah lebih sempurna apabila dakwah kampus dapat memberikan masukan dan inspirasi bagi pengambilan kebijakan oleh umaro (pemerintah). Sehingga para cendekiawan muslim kampus atau para aktivis dakwah kampus dapat mewarnai kebijakan pembangunan.”

Harapan-harapan para pemuda aktivis mentoring keislaman agar dapat menyamakan persepsi tentang visi dan misi serta menyatukan langkah lembaga pembinaan keislaman mahasiswa di setiap kampus, didukung pula oleh rektor UNISBA, Prof. DR. E. Saepullah W., SH., LL.M., yang dalam sambutannya menyatakan bahwa salah satu acara penting dalam munas adalah silaturahim. Silaturahim dalam Islam bukan hanya sekedar mushafahah dan saling berbicara dengan bermanis muka, tapi bagaimana berupaya agar nilai-nilai kebaikan dapat disampaikan kepada saudara kita.

Ketukan palu oleh rektor UNISBA, Prof. DR. E. Saepullah W., SH., LL.M., menandakan diresmikannya acara Musyawarah Nasional Mentoring Islam dan Puskomdays FSLDKN yang akan berlangsung selama empat hari, sejak tanggal 19 hingga 22 Juli 2008. Mars FSLDKN oleh Generasi Rabbani dan seluruh peserta menjadi rangkaian pembukaan Musyawarah Nasional Mentoring Islam dan Puskomdays FSLDKN yang ditutup dengan do’a oleh Adi Suantika selaku Koordinator BP-Puskomnas Jawa Barat..

Acara inti dibuka dengan orasi “ Pembinaan Keislaman Menuju Revitalisasi Moral Bangsa” oleh Drs. Imam Gunawan selaku Asisten Deputi IMTAQ dan IPTEK Kementrian Pemuda dan Olahraga. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan seminar “Urgensi Pembinaan Keislaman Mahasiswa di Kampus”. Pembicara yang dihadirkan dalam seminar tersebut adalah perwakilan dari PBNU, Ust. Khairul Huda, Lc, Ketua PUI Pusat, Ust. Nazar Haris dan Kepala Direktorat Departemen Pendidikan Daarut Tauhid, Ust. Mulyadi Al-Fadhil, S.Sos. Untuk mewujudkan harapan para pemuda aktivis mentoring keislaman agar dapat menyamakan persepsi tentang visi dan misi serta menyatukan langkah lembaga pembinaan keislaman mahasiswa di setiap kampus maka dilakukan penandatanganan MoU oleh Drs. Imam Gunawan selaku Asisten Deputi IMTAQ dan IPTEK Kementrian Pemuda dan Olahraga. Ust. Khairul Huda, Lc (PBNU), Ust. Nazar Haris (PUI), dan Ust. Mulyadi Al-Fadhil, S.Sos (DT). Salah satu isi MoU ini berupa dukungan terealisasikannya kegiatan pembinaan keislaman kampus sebagai satu solusi perbaikan moralitas generasi muda.

Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi Profil Lembaga Pembinaan Keislaman Kampus dari perwakilan empat pulau di Indonesia, antara lain perwakilan Sumatera disampaikan oleh Wawan Herdianto dari UNILA, perwakilan Jawa disampaikan oleh Faizal Ramdhani dari ITS, perwakilan Sulawesi disampaikan oleh Rahmad Subandi dari Gorontalo dan perwakilan Kalimantan disampaikan oleh Edi Gunawan dari UNMUL.

Rangkaian acara hari pertama diakhiri dengan presentasi dari Team Salam UI yang menambah semangat para peserta meskipun hari sudah malam. Pemaparannya tentang Wajah Umat Islam (WMI) digambarkan secara gamblang. Mahasiswa sebagai pemimpin masa depan diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik demi kejayaan Islam.. Selain itu dijelaskan pula tentang salah satu program kerja Salam UI mengenai Ummah Reseach Centre (URC) yakni penelitian berbagai masalah yang ditujukan pada umat Islam. Di penghujung materi, disampaikan pula rencana FSLDK Go Internasional tahun 2014.

Pagi yang cerah bagi para pemuda harapan bangsa. Hari kedua dari rangkaian acara Musyawarah Nasional Mentoring Islam dan PUSKOMDAYS FSLDKN diawali dengan diskusi panel “Realita dan Aplikasi Pelaksanaan Pembinaan Keislaman Mahasiswa di Kampus”.Diskusi yang dimoderatori oleh Putra Sulung Baginda ini menghadirkan pemateri Dani Setiawan (Ketua Puskomnas FSLDKN) dan Prof. Drs. Fahmy Alaydroes, Psi, MM, M.ed (pengamat pendidikan). Diskusi ini membahas peran kampus dalam pembinaan keislaman untuk mencetak generasi muda yang paham dan mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam dengan baik di masyarakat. Sebagai bukti pemberian dukungan tokoh-tokoh pendidikan dalam menasionalisasikan mentoring, kembali diadakan penandatanganan MoU pembinaan Islam, oleh Dani Setiawan (Ketua Puskomnas FSLDKN) dan Prof. Drs. Fahmy Alaydroes (Pengamat Pendidikan). Setelah acara diskusi panel selesai, panitia menghadirkan team nasyid Mupla untuk me-refresh para peserta.

Dalam acara ini tidak hanya membahas teori kementoringan, tetapi juga ditampilkan beberapa model mentoring yang dianggap sudah cukup professional dalam mengelola mentoring di kampus. Gustam Sunardi ( mantan Ketua Program Tutorial Universitas Pendidikan Indonesia Bandung) dan Drs. Agus Sofyandi Kahfi, M. Si (PR III UNISBA) memaparkan model-model mentoring Islam yang ada di kampusnya, dalam Workshop “ Model Pembinaan Keislaman Mahasiswa dalam Mewujudkan Kampus yang Religius”.

Gamais ITB sebagai salah satu LDK yang sudah dianggap maju, ikut berperan dalam membakar semangat peserta dalam memajukan LDK di kampus masing-masing. Dengan memberikan Training ke-LDK-an untuk para aktivis dakwah kampus oleh sekjen Gamais. Team Salam UI, kembali mengisi acara yang kali ini bertema Perjuangan Palestina. Tema ini diangkat agar para aktivis turut merasakan perjuangan saudara-saudaranya demi memperjuangkan Islam, serta menambah semangat untuk terus berjuang dalam dakwah.

Hari ketiga bertempat di kampus II UNISBA Ciburial, agendanya berupa Musyawarah FSLDKN, Musyawarah Mentoring, dan Pelatihan Mentoring.

Rangkaian acara akhir kegiatan ini berupa Wacana Profil Daarut Tauhid oleh Ust. Mulyadi Al-Fadhil, S. Sos dan Team Gema Nusa. Dilanjutkan dengan acara khusus muslimah mengenai Potensi Pengembangan Muslimah oleh Teh Ninih Muthmainnah (Direktur Muslimah Center DT), Hj. Nia Kurnia (Direktur dan Owner Rabbani Pusat), dan Fanni Okviasanti (Ketua Jarmusnas, sekaligus salah satu penulis buku PPM). Dalam acara tersebut dilaunchingkan juga buku Panduan Pengembangan Potensi Muslimah yang berjudul Menjadi Muslimah Pembangun Peradaban. Sedangkan khusus ikhwan diadakan rihlah ruhiyah (living quotient) oleh Mata Air Syurga Training (MASTER).

Acara Musyawarah Nasional Mentoring Islam dan PUSKOMDAYS FSLDKN ditutup dengan pemutaran film refleksi kegiatan dari awal hingga akhir. Dengan menguatkan azzam untuk beramal lebih baik lagi di daerah masing-masing dan menjadi solusi dari permasalahan degradasi moral bangsa.

Terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada pihak rektorat dan Panitia Milad ke-50 UNISBA yang mendukung penuh acara ini sehingga dapat berjalan dengan lancar.

http://fsldkn.org/berita-fsldk/musyawarah-nasional-mentoring-islam-dan-puskomdays-fsldkn.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: