Islamic Study Community – VEDC Malang


Untukmu Bangsa… Kami Kartini Muda yang Bercita

Posted in Muslimah oleh Ukhti Soleha pada 1 Februari 2009

Untukmu Bangsa… Kami Kartini Muda yang Bercita
Written by Administrator
Monday, 21 April 2008 17:57
Di tengah berbagai problematika sosial yang dihadapi bangsa ini, rasanya kaum perempuan tidak boleh hanya sekedar menutup mata, pasrah dan tanpa daya menerima berbagai kondisi yang ada. Maraknya pencekalan beberapa artis ibukota lantaran tindakan yang dianggap pornoaksi dan seronok, adanya kasus kelaparan pada beberapa daerah di Indonesia, kenaikan harga berbagai kebutuhan pangan, sampai banyaknya pemberitaan kasus kerusuhan dan tawuran di beberapa PTN sungguh merupakan hal yang memilukan. Semua hal tersebut perlu direfleksikan, direnungkan dan dikritisi kembali untuk mengambil langkah menuju perbaikan.

Saat ini bangsa Indonesia sudah berumur lebih dari setengah abad, sudah waktunya untuk tampil lebih dewasa, baik dalam sistem maupun dalam pengelolaan kebijakan public. Sudah saatnya bangsa Indonesia tampil bermartabat di tingkat regional dan internasional. Oleh karena itu, perlu kiranya keterlibatan segenap elemen bangsa untuk mewujudkannya.

Perempuan, sebagai salah satu elemen pendukung tersebut sangat diharapkan kontribusi dan partisipasinya dalam upaya pembangunan bangsa. Jika Raden Adjeng Kartini dulu memulai kontribusi dengan ide besarnya tentang pendidikan perempuan, maka perempuan saat ini harus memiliki ide besar lain yang lebih holistic untuk menyelesaikan problematika masyarakat yang kompleks.

Dalam peringatan momen Kartini 21 April ini, Ketua Jaringan Muslimah Nasional FSLDK, Fanni Okviasanti menyerukan kepada segenap muslimah di seluruh penjuru tanah air untuk tanggap dan kritis terhadap permasalahan bangsa. Menurut dia, peran muslimah terutama dalam kebijakan public sangat diperlukan, karena sebagian besar penduduk negeri ini adalah kaum perempuan. “Sudah saatnya muslimah goes to public, mengambil porsi untuk tampil menjadi bagian dari solusi, bukan malah menambah permasalahan. Jika persoalan bangsa ini sebagian besar malah disebabkan oleh kaum wanitanya, maka itu menjadi PR besar yang harus dipecahkan.” tandas Fanni. Wanita, lanjut dia, adalah tiang Negara. Jadi, baik buruknya suatu Negara tergantung pada bagaimana profil wanita/perempuan di negara tersebut.

Menyikapi permasalahan yang timbul akibat banyaknya perempuan yang tampil di public secara tidak proporsional atas landasan emansipasi dan kesetaraan gender, maka Fanni menambahkan perlunya perempuan untuk merefleksikan dan meninjau kembali hakekat penciptaan dan keberadaannya. “Allah telah menciptakan perempuan sesuai dengan fitrahnya. Berbagai permasalahan timbul disebabkan karena perempuan melanggar fitrah tersebut.” tutur Fanni. Dia juga menambahkan bahwa seharusnya perempuan bersama dengan laki-laki melakukan sinergisitas kerja. “Perempuan berperan mendorong suasana kemitraan yang tulus dengan laki-laki di atas landasan ketaqwaan, dengan orientasi kerja menebar kemakrufan dan mencegah kemungkaran. Mewujudkan perempuan Indonesia yang bertaqwa, sejahtera, cerdas, berdaya, dan berbudaya”, ujarnya.

Jarmusnas FSLDK yang menaungi aktivis mahasiswi muslimah dari lembaga dakwah kampus di seluruh Indonesia menghimbau agar peringatan Kartini kali ini dijadikan momen refleksi untuk meneguhkan kembali arah perjuangan kaum perempuan. Bahwa peran dan kontribusi perempuan dimaksudkan untuk melanjutkan perjuangan historis pemberdayaan kaum perempuan menuju kesejahteraan keluarga yang membawa perbaikan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena mahasiswi muslimah adalah calon ibu. Sebagaimana yang diungkapkan Kartini dalam salah satu suratnya kepada Prof. Anton dan Nyonya, “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”

http://fsldkn.org/kemuslimahan/untukmu-bangsa-.-kami-kartini-muda-yang-bercita.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: