Islamic Study Community – VEDC Malang


Margarita, Cina, Spanish, Amerika

Posted in Kisah Mualaf oleh Ukhti Soleha pada 2 Februari 2009

Margarita, Cina, Spanish, Amerika
Monday, 05 September 2005 23:02
Margarita, gadis beridentitas multinasional. Seperti kebanyak warga Amerika, latar belakangnya campur aduk. Belakangan, Margarita-Margarita lain sibuk mencari Islam dan rajin shalat

Senin, 5 September 2005

KDNY (Kabar Dari New York)

oleh M. Syamsi Ali *)

Margarita adalah model seorang gadis beridentitas multinasional. Orang seperti ini banyak di Amerika. Latar belakangnya campur aduk seperti gado-gado; asli orang Cina, lahir di salah satu negara Amerika Latin, tapi tumbuh besar di Chinatown di New York, warga negara Amerika. Usianya 29 tahun. Tak pelak Margarita fasih berbahasa Cina, Spanyol, dan tentunya juga Inggris beraksen New York yang kental. Secara agama juga kocak; orang tuanya beragama Cina kuno, tapi dia sendiri pernah dibaptis di negara kelahirannya. Namun belakangan, Margarita lebih senang mengikuti acara Mingguan di gereja Advent di Chinatown.

Margarita bekerja sebagai agen perusahaan real state di kota New York. Sebuah profesi yang menjadi kebanggaan banyak orang. Kelincahannya dalam pergaulan dan kemahirannya dalam tiga bahasa besar di kota New York menjadikannya laku berat. Dia menggenggam ijazah Master dari New York City University dalam bidang real state business.

Ketika masih mahasiswi, dia sudah berinteraksi dengan Islam. Memang hampir di setiap universitas AS ada organisasi-organisasi pelajar Muslim, seperti MSA (Muslim Student Association), banhkan tidak sedikit aktifitas keislaman yang melibatkan para mahasiswa non-Muslim. Di sinilah awalnya Margarita yang luwes bergaul itu bertemu dengan teman-teman Muslim.

Sejak dua tahun silam, buku-buku tentang Islam dilahapnya. Ia juga berkali-kali ikut berpuasa Ramadan untuk merasakan langsung pengalaman ruhiyah orang-orang yang berpuasa. Menurut pengakuannya, saat-saat menunggu waktu berbuka bersama teman-teman kampusnya adalah masa-masa terindah dalam hidupnya selama 29 tahun.

Namun semua amalan Islam itu tak lebih sebagai pengalaman spiritual biasa bagi Margarita. Ia belum tergerak untuk bersyahadat. Sebelumnya ia memang sudah terbiasa mempelajari, bahkan mempraktekkan sekaligus banyak agama. Untuk itu, berpuasa baginya hanya bagian dari pengalaman keagamaan semata. Diapun sangat kritis. Semua hal dipertanyakan dan tidak jarang duduk berjam-jam mendiskusikan hal yang sama.

Dua pekan silam, Margarita datang ke Islamic Cultural Center of New York (salah satu tempat di mana saya bertugas sebagai imam), untuk mengikuti shalat Jum’at. Entah karena memang sudah masanya ditunjuki untuk kembali ke dalam agama hanif ini, atau tersentuh oleh khutbah yang berbicara tentang kematian dan Hari Akhirat saat itu.

Setelah Jum’atan, ditemani seorang Sister, Margarita menemui saya di depan pintu. Dengan sedikit canggung, dia menyampaikan keinginannya untuk resmi menjadi seorang Muslimah. Alhamdulillah, disaksikan oleh ribuan jama’ah, Margarita diiringi oleh linangan airmata berikrar: “Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadan Rasul Allah”, disambut dengan pekikan takbir berkali-kali oleh para hadirin.

Kini Margarita Muslimah telah aktif mengikuti kajian Islam bersama Islamic Forum for non Muslims. Pekan lalu, dengan wajah bersinar Margarita menceritakan hari-hari pertamanya sebagai seorang Muslim. Bukan mudah, menurutnya. Orang tuanya yang berdarah Cina totok yang lahir dan besar di Amerika Latin, sudah pasti pandai memasak makanan terlezat apapun di dunia. Kini Margarita hampir tidak pernah menyantap makanan orang tuanya lagi. Bahkan tidak jarang berpuasa karena di China Town memang masih langka makanan halal.

Margarita juga kini aktif belajar shalat. Hanya saja, semua bacaan shalat masih dihafalkan dalam bahasa Inggris. Menghafal bahasa Arab memang bisa dibayangkan susahnya, bagi seorang Cina, lahir di negara Latin, dan kini berhasa Inggris. Sangat tidak mudah. Namun demikian, dia tidak pernah berputus asa, bahkan ia berjanji untuk bisa membaca Al-Qur’an dalam masa enam bulan ke depan.

Dua hari lalu, Margarita mengirimkan e-mail ke saya, mencari tahu nama Muslimah yang cocok baginya. Dari hampir 30 nama yang telah terkirim, tak satupun yang dipilihnya. Selain karena memang kritis, dia mencari nama yang bisa menyatukan identitasnya sebagai Muslimah, Cina, Hispanic, dan juga Amerika. Entah kapan nama itu ditemukan, tapi yang pasti semangat pencarian Margarita akan selalu menyala. (New York, 31 Agustus 2005)

Penulis adalah Imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Tulisan ini dimua di wwww.hidayatullah.com

http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2238:margarita-cina-spanish-amerika&catid=82:syamsi-ali&Itemid=59

Satu Tanggapan to 'Margarita, Cina, Spanish, Amerika'

Subscribe to comments with RSS atau TrackBack to 'Margarita, Cina, Spanish, Amerika'.

  1. kiras said,

    keren


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: