Islamic Study Community – VEDC Malang


Pastor dan Rabbi pun Memberikan Selamat

Posted in Kisah Mualaf oleh Ukhti Soleha pada 2 Februari 2009

Pastor dan Rabbi pun Memberikan Selamat
Monday, 15 December 2008 08:23
Pastor dan Rabbi Yahudi itupun memberi ucapan selamat setelah Jordan dan Lynn mengucapkan “Laa ilaaha illallah-Muhammad Rasul Allah”

Oleh: Syamsi Ali *

Sejak tiga minggu terakhir ini saya disibukkan oleh berbagai kegiatan berkenaan dengan serangan teroris di kota Mumbai, India. Dari pertemuan dengan media (press conferences) di City Hall, memorialk service di Queen Borough Community College yang dihadiri oleh Walikota, hingga pernyataan bersama para pemimpin agama di Islamic Center pada hari Jum’at dan di sebuah Sinagog di New York hari Sabtu nya. Tapi barangkali yang paling berkesan bagi saya pribadi adalah ketika kami mengadakan pernyataan bersama dengan para pemimpin agama bersamaan dengan shalat Jum’atan, tanggal 6 Desember, di Islamic Center New York. Saya katakan berkesan karena acara ini mendapat apresiasi dari kantor walikota, sampai-sampai Walikota Michel Bloomberg sendiri perlu menelpon untuk sekedar berterima kasih.

Akan tetapi, barangkali hal yang paling menjadikannya berkesan adalah kenyataan bahwa di saat kehadiran para pemimpin agama lain di Islamic Center itu, ada dua orang Amerika yang juga menyatakan keputusannya untuk memeluk agama Islam. Jordan dan Lynn, pada siang itu rupanya diam-diam hadir mendengarkan khutbah Jum’at yang sempat diliput oleh berbagai media massa itu, setelah selesai shalat meminta kepada security personal untuk menghubungi Imam karena ingin masuk Islam. Tentu, rencana untuk memberikan ‘pernyataan’ bersama itu tertunda sejenak. Jordan dan Lynn rupanya tidak punya hubungan dan tidak saling mengenal. Mereka berdua hanya secara kebetulan bersamaan untuk ‘iseng-iseng’ hadir mendengarkan khutbah Imam yang menurutnya ingin memastikan kalau Imam ini berani mengutuk serangan terorisme di Mumbai. Maklum, masih banyak yang meragukan hal ini.

Kehadiran Jordan dan Lynn justeru dari sebuah press release yang dikeluarkan oleh Foundation of Ethnic Understanding, pimpinan Rabbi March Scheneir, salah seorang Rabbi paling berpengaruh di AS. Dialah yang mengundang media massa untuk hadir di Islamic Center mendengarkan khutbah dan sekaligus pernyataan bersama para pemimpin agama dalam menyikapi serangan Mumbai.

Jordan adalah pria keturunan campuran Afrikan dan Irish. Sementara Lynn adalah gadis Amerika putih berasal dari Connecticutt.

“Hello!” sapa saya ketika mereka berdua mendekat ke mihrab tempat saya berdiri. “Hai!” jawabnya serempak.

Oleh karena waktu tidak memungkinkan, saya tidak banyak bertanya kepada kedua hamba Allah ini. Saya hanya dengan sangat singkat menjelaskan tentang hakikat menjadi seorang Muslim.

“Islam adalah agama yang didasarkan kepada keyakinan dan karya” (faith and action), kata saya. Karenanya untuk anda berdua menjadi Muslim, anda harus betul-betul yakin bahwa inilah jalan yang benar dan inilah jalan keselamatan bagi anda, dunia dan akhirat. Saya kemudian menjelaskan secara singkat kewajiban-kewajiban dasar bagi seorang Muslim.

Rupanya, keduanya telah lama mempelajari Islam. Jordan adalah pegawai sebuah perusahaan dan kebetulan bersahabat dengan seorang Muslim dari Timur Tengah. Dialah yang banyak mengambil andil dalam proses belajar Islam sejak setahun lebih. Sementara Lynn adalah mahasiswi di Fordam University dan telah banyak mengukuti berbagai materi Islam, termasuk Syari’ah and International Law, yang justeru diajarkan oleh seorang profesor beragama Kristen.

Namun demikian, untuk lebih memantapkan keduanya dan juga secara tidak langsung menyampaikan kepada tokoh-tokoh agama yang hadir pada siang itu, saya menanyakan kepada Jordan dan Lynn, “are you really certain of your decision?”. Bahkan secara bercanda saya katakan “I never force you to do this!”. Keduanya tersenyum dan serempak mengangguk.

Maka, dengan izin dan inayah Allah SWT, saya bimbing keduanya berikrar: “Laa ilaah illa Allah-Muhammad Rasul Allah”. Nampak Lynn meneteskan airmata, sementara Jordan dengan sangat khusyuk mengikuti setiap kata dari syahadah.

Banyak hadirin yang ingin melompat mengucapkan selamat. Tapi saya meminta agar semua duduk di tempat masing-masing karena kita akan menyampaikan pernyataan bersama mengutuk serangan di Mumbai.

Tapi rupanya, Pendeta dan Rabbi yang hadir di hadapan keduanya mengucapkan syahadah terlebih dahulu mengulurkan tangan untuk menyampaikan selamat kepada mereka berdua. Saya hanya tersenyum, sedikit bangga, tapi juga agak risau memikirkan, apa gerangan di benak mereka menyaksikan Jordan dan Lynn masuk Islam?

Hanya Allah yang tahu. Selamat Jordan, selamat Lynn! Semoga anda berdua selalu dijaga di jalanNya.

New York, 14 Desember 2008

Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi adalah penulis rubrik “Kabar Dari New York” di http://www.hidayatullah.com
http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8158:pastor-dan-rabbi-pun-memberikan-selamat&catid=82:syamsi-ali&Itemid=59

Satu Tanggapan to 'Pastor dan Rabbi pun Memberikan Selamat'

Subscribe to comments with RSS atau TrackBack to 'Pastor dan Rabbi pun Memberikan Selamat'.

  1. basuni said,

    Hidayah itu datangnya dari Allah siapa yang dikehendakinya maka dia akan mendapakannya dari Rabbil Alamin dan saya sangat senang mengikuti perkembangan Islam di negara-negara yang nota bene di luar negara islam, semoga juga Presiden AS juga mendapatkan hidayah Islam dan dapat mempengaruhi pemikiran-pemikiran barat yang mendiskriditkan islam atau negara-negara islam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: